Selamat datang ke Digest Islam

Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim, Abdullah ibnu Umar ra.huma. berkata: "Barangsiapa yang ingin meniru, hendaklah ia meniru perjalanan orang yang sudah mati, yaitu perjalanan para sahabat Nabi Muhammad SAW, karena mereka itu adalah sebaik-baik ummat ini, dan sebersih-bersihnya hati, sedalam-dalamnya ilmu pengetahuan, dan seringan-ringannya penanggungan. Mereka itu adalah suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk menjadi para sahabat NabiNya SAW dan bekerja untuk menyebarkan agamanya. Karena itu, hendaklah kamu mencontohi kelakuan mereka dan ikut perjalanan mereka. Mereka itulah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang berdiri di atas jalan lurus, demi Allah yang memiliki Ka'bah!"(Hilyatul-Auliya' 1:305)



Jana Pendapatan Sekarang!


Memaparkan catatan dengan label kisah modern. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label kisah modern. Papar semua catatan

Kecacatan ini menginsafkanku..

Posted by TAMAN2SYURGA Isnin, September 28, 2009 0 comments



Lebih 39 tahun yang lalu, keadaan ekonomi dinegara ini amat tidak menentu.
Kehidupan masyarakat dikampung kelahiranku amat susah ketika itu,
seumpama kais pagi makan pagi, kais petang makan petang. Ibu dan bapaku
terpaksa membesarkan empat orang anak dalam keadaan serba kekurangan.


Kemudahan asas masih di peringkat yang amat daif. Setiap hari, ibu
terpaksa mengangkut air dari perigi untuk digunakan di rumah. Pada
waktu lain ibu meraut lidi kelapa untuk dibuat penyapu atau menganyam
tikar mengkuang. Ibu juga membuat atap nipah untuk menampal atap rumah
yang bocor. Kernudahan elektrik, jauh sekali.
Ayah pula melakukan kerja-kerja kampung yang boleh dilakukan seperti
memungut kayu-kayu api, menanam beberapa jenis sayur-sayuran yang boleh
dijual dan mencari madu lebah.

Dalam keadaan serba susah dan payah itulah, suatu hari ibu merasakan dirinya
mengandung lagi. Kesusahan yang dialami menyebabkan perasaan ibu
tertekan dengan kehadiran janin yang tidak diundang di dalam rahimnya.
Maklumlah, pada ketika itu pengetahuan mengenai merancang keluarga amat
terhad. Sebagai orang kampung yang tidak mempunyai pendidikan tinggi,
kaedah moden untuk merancang keluarga jauh dari fikiran mereka.


Dengan fikiran runsing dan hati yang tidak tenteram, ibu berusaha untuk
menggugurkan kandungannya. Pelbagai cara dilakukan seperti memakan
nanas muda dan tapai, meminum air akar kayu, dan membuat kerja-kerja
berat. Namun Allah mengehendaki janin itu terus hidup dan lahir ke
dunia. 15 Ogos 1964, bergemalah suara tangisan bayi di sebuah rumah usang yang
hanya bertemankan api pelita. Namun, bayi tersebut tidak sama seperti
bayi-bayi yang lain. Tubuhnya terlalu kecil dan beratnya di bawah paras
berat yang normal.


Bayi itulah aku. Tiada sesiapa yang mengharapkan aku lahir ke dunia.
Bahkan aku sendiri tidak meminta untuk dilahirkan. Aku tidak mahu
menyusahkan sesiapa. Tetapi Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang. menghendakinya. Pastilah ada hikmah yang tersirat yang belum
tersurat.

Dalam keadaan terpaksa ibu dan ayah membesarkanku. Setelah berusia
tujuh tahun, aku dihantar bersekolah. Walaupun tubuh badanku terlalu
kecil, seperti kanak-kanak berusia empat tahun, aku melangkah ke
sekolah dengan penuh gembira. Aku amat suka belajar. Sememangnya aku
cenderung mencintai ilmu pengetahuan.

Pelajaranku amat memuaskan, bahkan akulah yang paling cemerlang antara
adik-beradikku yang lain. Ibu dan ayah mulai menaruh harapan tinggi
kepadaku. Abang-abang dan kakak-kakakku hanya sempat belajar setakat
darjah enam atau paling tinggi sehingga tingkatan lima, tapi Tuhan
memudahkan lorong untukku sehingga aku berjaya menjejakkan kaki ke
tangga universiti.


Jadilah aku satu-satunya manusia kerdil yang belajar di universiti
tersebut ketika itu. Saiz tubuhku lebih kurang sama seperti kanak-kanak
berusia tujuh atau lapan tahun. Namun Allah memberi kekuatan dan
pelbagai kelebihan kepadaku yang mungkin tidak diperolehi oleh golongan
yang normal.

Sedikitpun aku tidak berasa malu dengan keadaan diriku. Bahkan aku
menganggap diriku normal, sama seperti orang lain. Aku petah berbicara,
boleh berhujah dengan baik dan pelajaranku amat cemerlang. Aku dikenali
bukan sahaja di kalangan penuntut universiti, tetapi juga menjadi buah
mulut para pensyarah.

Aku aktif dengan pelbagai persatuan di universiti, lebih-lebih lagi
persatuan bercorak agama. Pendidikan agama yang kukuh membuatkan aku
sentiasa bersyukur dengan keadaan diriku. Akulah anak yang menjadi
kebanggaan bukan sahaja ibu bapaku, tetapi juga masyarakat kampung.


Apabila keluar dari universiti, aku membuka syarikat perniagaan
sendiri. Adik-adikku yang seramai tiga orang (semuanya lahir normal
selepasku) semuanya bekerja denganku. Setiap bulan aku mengirim
sejumlah wang kepada ibu bapaku. Aku, anak yang suatu ketika dahulu
tidak diingini dan dianggap membebankan, kini menjadi harapan dan
tempat bergantung keluarga.


Cerita yang disampaikan oleh ibu saudaraku kepadaku mengenai punca
kecacatanku ini, benar-benar menginsafkanku. Inilah hikmah setiap
kejadian dan ciptaan Tuhan. Walaupun susah, walaupun payah untuk
membesarkan anak-anak, hakikatnya setiap anak mempunyai rezeki
masing-masing dan setiap seorang ada kelebihan yang tersendiri.
Aku berharap agar kisah hidupku ini dijadikan iktibar oleh ibu-ibu
moden pada hari ini, agar yakin dengan rezeki daripada Allah dan
sentiasa bersangka baik dengan Allah dalam keadaan apa sekalipun.
Wallahua'lam.

From: lily.miss

Terima Kasih Ibu

Posted by TAMAN2SYURGA 0 comments

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak
laki-laki dari sebuah keluarga yang amat sederhana. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bagian nasinya
untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata, “Makanlah nak, aku
tidak lapar.†Dan setelah aku dewasa aku baru tersadar bahwa saat itu ibu telah
berbohong.


Ketika saya mulai menginjak remaja, ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya
selalu gigih dalam membantu ayah mencari nafkah. Berusaha apa saja ia lakoni
demi mendapatkan sejumlah uang. Namun pernah satu kali ia tak mendapatkan
bayaran atas usahanya, ia hanya mendapatkan upah dengan beberapa ekor ikan segar
yang dimasaknya menjadi sebuah hidangan yang menggugah selera.



Sewaktu memakan makanan itu, ibu duduk di samping kami dan memakan sisa daging
ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa makanan kami. Melihat itu tentu
saja aku tak tega dan menyodorkan ikan bagianku kepadanya. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya. “Makanlah nak, ibu tidak begitu suka dengan daging ikan,â€
tuturnya. Dan aku kembali menyadari bahwa ibu telah kembali berbohong.



Saat aku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, demi membiayai uang sekolah itu,
ibu rela mengerjakan sulaman barang-barang kerajinan yang didapatnya dari
tetangga sebelah rumah. Sedikit demi sedikit ia selesaikan pekerjaannya itu.
Saat itu aku trenyuh menyaksikan kegigihan ibu, karena hingga jam menunjukan
pukul satu malam ibu belum juga berhenti. Saat aku memintanya untuk istirahat
dan tidur, ia malah menyuruhku untuk tidur terlebih dahulu, sementara ia
beralasan belum mengantuk.



Hari-hari terus berjalan, hingga pada waktu yang telah digariskan, ayah
meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Setelah kepergian ayah, ibu yang
malang harus merangkap menjadi ayah, membiayai keperluan hidup kami
sendiri dan tiada hari tanpa penderitaan. Hingga banyak keluarga ibu yang
mensehati ibu untuk kembali menikah, tetapi ibu menolaknya dengan mengatakan
bahwa ia tak butuh cinta, dan aku tahu saat itu ibu berbohong.



Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja,
ibu yang mulai renta sudah waktunya beristirahat. Tetapi ibu tidak mau, ia rela
pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan
hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar
kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi
keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. “Gunakan
saja uang itu untuk keperluan kalian, saat ini ibu tak membutuhkan uang kalian.â€
Entah sudah berapa kali ibu berbohong.



Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena sebuah penyakit, kini ia harus
dirawat di rumah sakit. Aku yang berada jauh di seberang lautan harus segera
pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di
ranjangnya setelah menjalani pembedahan di bagian perutnya.



Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun
senyum yang terpancar di wajahnya terkesan agak kaku, karena sakit yang
ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menggerogoti tubuh ibuku,
sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil
berlinang air mata. Hatiku pedih, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan
seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata, “Jangan menangis anakku, aku
tidak kesakitan.†Dan itu kebohongan ibu yang kesekian kalinya.



Setelah mengucapkan kebohongannya-kebohongannya, ibuku tercinta menutup
mata untuk yang terakhir kalinya. Demikianlah, ibu yang telah melahirkan kita,
merawat kita sejak dilahirkan, akan selalu terpaksa untuk berbohong demi
membahagiakan kita. Dan sudahkan kita mengingat mereka, mengingat para ibu kita
yang kebetulan saat ini masih hidup dan butuh pertolongan kita. Sudah berapa
lamakah kita tak mengunjungi mereka, tak berbincang-bincang dengan mereka cuma
karena aktivitas kita yang padat.



Kita harus akui bahwa kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika
dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita.
Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah
makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah
kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita?



Risau, apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau, apakah orangtua kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan lagi.
Saat kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua, lakukanlah
yang terbaik. Jangan sampai ada kata “menyesal†di kemudian hari.



From: Al-Irsyad Surabaya

Jangan menempah neraka

Posted by TAMAN2SYURGA Ahad, Ogos 23, 2009 0 comments


Pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bas mini untuk menuju ke destinasi di wilayah Iskandariah. Malangnya walaupun tinggal dibumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok mata. Bajunya agak nipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.

Gadis itu dalam lingkungan 20 tahun. Di dalam bas itu ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya.
"Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki..... " nasihat orang tua itu.
Namun, nasihat yang sangat bertetapan dengan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawapan mengejek. "Siapalah kamu hai orang tua? Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?"
Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat menghiris perasaan orang tua itu gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup setakat itu, si gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kepada orang tua tadi sambil melafazkan kata-kata yang lebih dahsyat.
"Ambil handphone ku ini dan hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahannam untukku, " katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawapan dari si gadis manis. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan. Semua yang di dalam bas tidak menghiraukan gadis yang masih muda itu yang tidak menghormati hukum-hakam itu dan mereka tidak mahu menasihatinya kerana khuatir dia akan akan menghina agama dengan lebih teruk lagi.

Sepuluh minit kemudian bas pun tiba perhentian. Gadis seksi bermulut celupar tersebut di dapati tertidur di muka pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yang lain mengejutkannya tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri. Tiba tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang ramai segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah olah dibakar api. Dua tiga orang yang cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan kerana tangan mereka terasa panas dan hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat.

Akhirnya mereka memanggil pihak keselamatan menguruskan mayat itu. Begitulah kisah ngeri lagi menyayat hati yang menimpa gadis malang tersebut. Apakah hasratnya menempah sebuah bilik di neraka dimakbulkan Allah? Na'uzubillah, sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Sangat baik kita jadikan iktibar dan pelajaran dengan kisah benar ini sebagai Muslim sejati. Jangan sekali sekali kita mempertikaikan hukum Allah dan mahupun sunnah RasulNya s.a.w. dengan mempersendakan atau mengejek.

Kata kata seperti ajaran Islam tidak sesuai lagi dengan arus kemodenan dunia hari ini atau sembahyang tidak akan buat kita jadi kaya dan seumpamanya adalah kata kata yang sangat biadab dan menghina Allah, pencipta seluruh alam. Ingatlah teman, kita boleh melupakan kematian, tetapi kematian tetap akan terjadi bagi kita. Hanya masanya saja yang akan menentukan bila kita akan kembali ke alam barzakh.
Janganlah menjadi orang yang bodoh, siapakah orang yang bodoh itu? Mereka itulah orang yang ingin melawan Tuhan Rabbul 'alamin. Apabila anda enggan melaksanakan suruhan Tuhan bererti anda ingin melawan arahan Tuhan. Sewaktu di sekolah anda tertakluk dengan undang-undang sekolah, dalam pekerjaan anda tertakluk dengan undang-undang yang di lakar oleh majikan anda, di dalam negeri anda tertakluk di bawah undang-undang negara anda. Begitu taksub sekali anda terhadap undang-undang itu hingga terlalu prihatin takut kalau melanggar undang-undang itu.
Apabila anda berpijak di bumi ini, anda juga tertakluk dengan undang-undang yang telah di gubal oleh yang menjadikan bumi ini. Setiap Sultan ada taman larangannya, begitu juga Allah s.w.t. Taman laranganNya adalah perkara-perkara yang telah diharamkan bagi hamba-hambaNya di muka bumi ini.
Sama samalah kita memohon agar Allah sentiasa memberi kita petunjuk di atas jalan yang benar dan agar Dia memberikan kekuatan agar kita sentiasa dapat menjaga lidah kita.

Mewarna rambut dan bertatoo

Posted by TAMAN2SYURGA Sabtu, Ogos 22, 2009 0 comments

Bacalah! Bagi sesiapa yang punya anak remaja atau saudara mara remaja berhati-hati!
Pupuk & didiklah pengajaran Islam dari kecil lagi......

Dua orang pelajar telah menemui maut ketika kemalangan jalanraya antara motosikal
dan kereta. Setelah jenazah diuruskan, didapati salah satu dari jenazah telah merayau
merata-rata, mengetuk pintu rumah dan lain-lain.

Apabila ditanya kepada pihak hospital yang menguruskan jenazah berkenaan, kakitangan
terlibat telah memaklumkan bahawa salah seorang dari mayat yang diuruskan terpaksa
dibuang kukunya kerana ada cutex dan dicukur kepalanya kerana rambutnya telah diwarnakan.

Pelbagai cara dilakukan untuk memastikan 'roh" tersebut tidak merayau, namun gagal.
Ditanya pula pada kawan-kawan simati, dimaklumkan bahawa di dua bahagian badan simati
ada terdapat tatoo, namun tidak diketahui apa yang dilukiskan.
Setelah beberapa lama, dan mungkin penyelesaian terakhir, jenazah simati telah
dipindahkan ke kubur Kristian. Selepas itu, rohnya tidak merayau lagi....

Pengajaran:-
Berkemungkinan tatoo yang terdapat pada simati berlambangkan salib dan simati
sebenarnya adalah seorang kristian, walau pada zahirnya berpakaian dan berkelakuan
sebagai seorang Islam. Simati tersebut adalah pelajar sekolah yang berusia 16 tahun.

Kisah kedua
Si A adalah seorang pelajar yang sering gagal dalam peperiksaan.
Beberapa kali beliau menduduki peperiksaan PMR tetapi dia gagal. Satu hari, dihadapan
kawan-kawan beliau telah berkata, kalaulah aku lulus PMR kali ini, aku akan masuk
kristian. Ditakdirkan Allah, beliau telah lulus dan kemudiannya meninggal dunia kerana
kemalangan. Mayatnya diuruskan sebagai seorang Islam mengikut kebiasaanya dan di
kebumikan berdekatan dengan masjid.

Selepas beberapa ketika, imam masjid mendengar suara menangis dari
kubur simati. Ditanya pada ahli keluarganya, dimaklumkan bahawa simati adalah seorang
budak yang baik...namun dari kubur berkenaan terdengar tangisan yang berterusan. Setelah
ditanya dan diperiksa barulah dimaklumkan mengenai nazar simati.....dan mayatnya pun
dipindahkan ke kubur Kristian.
Barulah tiada tangisan kedengaran.. ...

Inilah keadaan yang berlaku sekarang.... oleh itu ambil tahulah akan aktiviti anak-anak,
adik-adik kita...kerana dakyah kristian amat halus dan ada di mana-mana.... tanpa disedari.

Baru-baru ini, telah dimaklumkan bahawa satu kontena bible dalam bahasa melayu telah sampai
di Port Klang. Walaupun dibantah kemasukannya, ianya telah dimaklumkan bahawa ia telah
diimport secara sah oleh salah sebuah pertubuhan Kristian yang berdaftar... . Samada benar
atau tidak, saya juga dimaklumkan bahawa di Subang Jaya, bible telah
diedarkan kepada pelajar-pelajar sekolah...

Wallahu'alam. .....
" wahai tuhan ku, aku tak layak kesyurgamu ....namun tak pula aku sanggup keNerakamu.. ......., kami lah hamba yang
mengharap belas darimu ........., Ya Allah jadikan lah kami hamba2 mu yang bertaqwa.... ....., ampunkan dosa2 kami,
kedua ibubapa kami, dosa semua umat2 islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia, Cukup lah
Allah bagi ku, tiada Tuhan melainkan Allah, hanya kepadaNYA aku bertawakkal dan Allah lah yang memiliki
arasy yang agung "

INFO BLOG ANA

NASYID.FM







250-550 keahlian baru setiap mingu!!!

Click here to get emails from webgroup


Join Taman2Syurga E-group
29ribu keahlian terkini

Jana pendapatan dgn sistem pengiklanan


Jana pendapatan melalui sistem pengiklanan dgn kami. Hanya bermula dgn RM30/USD9 anda mampu menjana pendapatan sehingga RM10,000 sebulan. sertai kami: Klik di sini!!
Jana Pendapatan Sekarang!


Dibawah adalah Contoh-contoh banner yang terdapat dalam sistem pengiklanan kami.

Katalog Ads


Katalog Ads

Pengikut